Selasa, September 12, 2017

Bisnis Online Ubah Perilaku Konsumen

Secara sederhana, perilaku konsumen dapat dideskripsikan sebagai sebuah proses yang dilakukan oleh seseorang atau organisasi dalam kegiatan jual beli, baik itu jual beli dalam toko konvensional maupun jual beli dalam toko online. Perilaku konsumen tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yakni tahapan mencari, tahapan memilih, tahapan membeli, tahapan menggunakan, tahapan mengevaluasi, serta tahapan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi.


Bisnis Online Ubah Perilaku Konsumen
image:kaskus


Tahapan mencari yakni ketika seorang konsumen membutuhkan suatu produk barang atau jasa. Pada tahapan ini, konsumen bebas memilih bentuk toko, baik itu toko konvensional atau toko online. Namun dalam perkembangan terakhir saat ini, banyak bermunculan toko online yang membuat para konsumen semakin “tidak aktif” untuk bergerak. Mengapa? Karena toko online hanya membutuhkan kekuatan jari untuk berselancar di dunia maya atau online serta jumlah kuota.

Pasti Anda pernah melihat akhir-akhir ini baik langsung maupun melalui media sosial banyak toko konvensional di mall banyak tutup, karena sepinya pengunjung dan tidak ada penjualan yang signifikan sehingga sang penjual harus membayar operasional yang sangat tinggi sementara omset sudah tidak bisa diharapkan lagi.

Tahapan selanjutnya yakni tahapan memilih dimana ketika konsumen sudah menemukan barang atau jasa yang sesuai, maka konsumen akan langsung memilih sekiranya toko online mana yang memiliki reputasi yang baik yang nantinya akan menjamin kualitas dari barang atau jasa yang dibeli.

Tahapan selanjutnya yakni tahapan membeli. Tahapan ini akan berlangsung ketika seorang konsumen sudah tertarik dengan barang atau jasa yang dipilih. Biasanya tahapan ini konsumen akan langsung mengkonfirmasi cara pembayaran kepada penjual online tersebut. Baik itu proses transfer atau pembayaran COD (Cash On Delivery).

Tahapan selanjutnya yakni tahapan menggunakan. Tahapan ini dilakukan oleh seorang konsumen ketika barang atau jasa sudah diterima. Tahapan menggunakan ini menentukan apakah barang atau jasa tersebut akan dibeli kembali oleh konsumen atau diistilahkan dengan repeated order. Pada tahapan ini konsumen bisa saja masih menggunakan barang atau jasa tersebut, namun bisa juga konsumen hanya menggunakan setengah dari jumlah keseluruhan barang atau jasa yang telah didapat. Hal ini dapat terjadi apabila barang atau jasa yang didapatkan tidak bisa memuaskan konsumen.

Tahapan berikutnya yakni tahapan mengevaluasi. Tahapan ini dilakukan selama atau bahkan barang atau jasa tersebut sudah habis. Pada tahapan evaluasi ini juga menentukan apakah barang atau jasa tersebut digunakan lagi oleh konsumen atau tidak. Pada tahapan ini pula konsumen mengevaluasi pelayanan yang diberikan oleh penjual online tersebut. Pelayanan juga berpengaruh terhadap konsumen, apakah konsumen tersebut bersedia membeli barang atau jasa di toko online tersebut atau tidak.

Tahapan yang terakhir yakni tahapan membuang barang atau jasa yang sudah digunakan. Pada tahapan ini berarti apakah barang atau jasa dapat memuaskan konsumen atau tidak. Apabila tidak memuaskan konsumen, maka konsumen akan merasa malas untuk melakukan repeated atau repurchase barang atau jasa bahkan di toko online tersebut. Namun apabila konsumen merasa puas, maka konsumen akan mau untuk melakukan repeated atau repurchase barang atau jasa di toko online tersebut.


Berikut beberapa perilaku konsumen dalam kegiatan jual beli online yang kemungkinan dapat dilakukan dasar bagi penjual atau pemilik bisnis onlinenya agar semakin meningkatkan atau semakin membuat betah para konsumen. Karena apabila konsumen mau melakukan repeated atau repurchase pada toko online dimana pertama kali sang konsumen membeli atau menemukan barang atau jasa tersebut, berarti konsumen sudah merasa puas dan percaya akan kualitas barang atau produk yang dijual di toko online tersebut. Selain itu, semakin banyak konsumen yang puas dengan pelayanan penjual online tersebut, maka semakin bagus pula reputasi yang didapatkan oleh toko online sehingga dengan hal tersebut akan memancing konsumen lain untuk tertarik terhadap produk barang atau jasa yang dijual di toko online tersebut.

0 komentar

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.